Masalah Individu (Tugas 20 September 2014)
Dalam tugas ini saya di haruskan untuk berbagi pengalaman mengenai masalah yang ada didalam diri saya dan cara saya menanganinya. Mengenai masalah dalam diri saya, saya fikir lumayan banyak. Namun banyak yang belum tertuntas kan, Untuk momen ini saya akan berbagi mengenai candu saya terhadap Game Online yang sempat merusak kehidupan saya.
Dulu ketika saya SMP, saya mulai mengenal WARNET melalui kakak saya. Karna Orang Tua saya yang jarang sekali berada dirumah jadi saya sering sekali mengikuti hampir semua yang kakak saya lakukan. Dulu kakak saya sangat sering main ke WARNET dekat rumah. Jadi saya ketika kecil mengira hal tersebut tidak akan berdampak buruk melainkan menyenangkan. Dan setelah beberapa lama saya bermain di WARNET, saya mulai ingin tahu rasanya bermain game game lain yang ada di WARNET tersebut. Dan sejak saat itu saya mulai giat bermain WARNET, sekitar 4 ~ 5 kali dalam seminggu. Walaupun saya sering dimarahi oleh Orang Tua saya, tapi saya tetap melakukannya. Karena saya selalu merasa kesepian jika di rumah sedangkan di rumah tidak ada hal yang bisa saya lakukan. Dan ketika saya berada di WARNET tersebut saya banyak memiliki teman namun hanya di dalam WARNET tersebut.
Setelah kurang lebih bermain WARNET selama 4 tahun, Orang Tua saya memerhatikan nilai saya semakin menurun di setiap tahunnya. Lalu, mereka membelikan saya laptop agar saya tidak bermain di WARNET lagi. Namun, karena saya bermain di rumah saya pun menjadi lebih giat bermain bahkan pernah seharian laptop saya tidak mati sama sekali. Saya melakukannya karna saya selalu merasa kesepian jika dirumah tidak melakukan apapun.
Ketika di masa SMA, saya mulai merasa diasingkan karna bermain Game Online yang saya sering mainkan. Bahkan di kelas yang isinya 40 siswa, orang-orang yang saya bisa fikir menganggap saya teman hanya 4 ~ 6 orang. Dan mereka pun terkadang menjadikan saya bahan ejekan. Sehingga nilai saya sangat turun drastis. Dari perinkat 14 menjadi 2 siswa terbawah.
Setelah lulus dari SMA saya kuliah di tempat lain sebelum Gunadarma. Dan disana saya mengharapkan banyak mahasiswa lain yang bisa menerima saya sebagai teman. Namun, ternyata yang terjadi sebaliknya. saya hampir tidak mempunyai teman disana, hanya karena saya bermain Game Online dan tidak sama dengan yang dimainkan oleh mereka dan mereka menganggap Game yang saya mainkan kekanak-kanakan. Sampai-sampai saya tidak berani untuk berbicara di hadapan banyak orang. Jadi jika dosen memberi tugas presentasi, pasti nilai saya hancur. Selama 2 tahun saya disana, namun saya hanya mempunyai 3 ~ 5 orang teman dan nilai saya juga sangat kacau disana. Jadi saya mengambil tindakan untuk pindah dan memulai sesuatu yang baru.
Saat ini saya berusaha untuk meninggalkan Game Online dengan berbagai cara. Karna saya sudah tidak tahan dengan kesepian yang saya rasakan. Pertama saya coba dengan memainkan Aplikasi Handphone saya. Karena games di handphone tidak bisa d mainkan berlama-lama dan pastinya tidak terlalu lama bermain. dan juga sekarang saya mulai mengisi waktu dengan bersosialisasi sedikit demi sedikit. Seperti bergabung dengan Komunitas Motor, dan sekarang fikiran saya mulai teralih sedikit ke arah motor. Dan sekarang saya hampir tidak pernah menyentuh Game Online. dan di kelas saya yang sekarang saya menemukan orang-orang yang bisa menerima saya. Saya merasa sangat nyaman dengan mereka. Dan mereka tidak pernah membesar-besarkan bahwa saya pernah gagal dalam menuntut ilmu di universitas yang sebelumnya saya jalani. Saya pun menyibukkan diri dengan mereka sehingga hampir tidak ada waktu untuk bermain game. Dan sekarang saya mempunyai waktu-waktu yang lebih berharga dibandingkan dengan bermain Game Online tersebut. Dan juga rasa percaya diri saya bertambah sedikit demi sedikit,
Sekian,
Best Regards,
Brian Jordi
Dulu ketika saya SMP, saya mulai mengenal WARNET melalui kakak saya. Karna Orang Tua saya yang jarang sekali berada dirumah jadi saya sering sekali mengikuti hampir semua yang kakak saya lakukan. Dulu kakak saya sangat sering main ke WARNET dekat rumah. Jadi saya ketika kecil mengira hal tersebut tidak akan berdampak buruk melainkan menyenangkan. Dan setelah beberapa lama saya bermain di WARNET, saya mulai ingin tahu rasanya bermain game game lain yang ada di WARNET tersebut. Dan sejak saat itu saya mulai giat bermain WARNET, sekitar 4 ~ 5 kali dalam seminggu. Walaupun saya sering dimarahi oleh Orang Tua saya, tapi saya tetap melakukannya. Karena saya selalu merasa kesepian jika di rumah sedangkan di rumah tidak ada hal yang bisa saya lakukan. Dan ketika saya berada di WARNET tersebut saya banyak memiliki teman namun hanya di dalam WARNET tersebut.
Setelah kurang lebih bermain WARNET selama 4 tahun, Orang Tua saya memerhatikan nilai saya semakin menurun di setiap tahunnya. Lalu, mereka membelikan saya laptop agar saya tidak bermain di WARNET lagi. Namun, karena saya bermain di rumah saya pun menjadi lebih giat bermain bahkan pernah seharian laptop saya tidak mati sama sekali. Saya melakukannya karna saya selalu merasa kesepian jika dirumah tidak melakukan apapun.
Ketika di masa SMA, saya mulai merasa diasingkan karna bermain Game Online yang saya sering mainkan. Bahkan di kelas yang isinya 40 siswa, orang-orang yang saya bisa fikir menganggap saya teman hanya 4 ~ 6 orang. Dan mereka pun terkadang menjadikan saya bahan ejekan. Sehingga nilai saya sangat turun drastis. Dari perinkat 14 menjadi 2 siswa terbawah.
Setelah lulus dari SMA saya kuliah di tempat lain sebelum Gunadarma. Dan disana saya mengharapkan banyak mahasiswa lain yang bisa menerima saya sebagai teman. Namun, ternyata yang terjadi sebaliknya. saya hampir tidak mempunyai teman disana, hanya karena saya bermain Game Online dan tidak sama dengan yang dimainkan oleh mereka dan mereka menganggap Game yang saya mainkan kekanak-kanakan. Sampai-sampai saya tidak berani untuk berbicara di hadapan banyak orang. Jadi jika dosen memberi tugas presentasi, pasti nilai saya hancur. Selama 2 tahun saya disana, namun saya hanya mempunyai 3 ~ 5 orang teman dan nilai saya juga sangat kacau disana. Jadi saya mengambil tindakan untuk pindah dan memulai sesuatu yang baru.
Saat ini saya berusaha untuk meninggalkan Game Online dengan berbagai cara. Karna saya sudah tidak tahan dengan kesepian yang saya rasakan. Pertama saya coba dengan memainkan Aplikasi Handphone saya. Karena games di handphone tidak bisa d mainkan berlama-lama dan pastinya tidak terlalu lama bermain. dan juga sekarang saya mulai mengisi waktu dengan bersosialisasi sedikit demi sedikit. Seperti bergabung dengan Komunitas Motor, dan sekarang fikiran saya mulai teralih sedikit ke arah motor. Dan sekarang saya hampir tidak pernah menyentuh Game Online. dan di kelas saya yang sekarang saya menemukan orang-orang yang bisa menerima saya. Saya merasa sangat nyaman dengan mereka. Dan mereka tidak pernah membesar-besarkan bahwa saya pernah gagal dalam menuntut ilmu di universitas yang sebelumnya saya jalani. Saya pun menyibukkan diri dengan mereka sehingga hampir tidak ada waktu untuk bermain game. Dan sekarang saya mempunyai waktu-waktu yang lebih berharga dibandingkan dengan bermain Game Online tersebut. Dan juga rasa percaya diri saya bertambah sedikit demi sedikit,
Sekian,
Best Regards,
Brian Jordi
Comments
Post a Comment